logo web pa krui

CORONA MAHKAMAH AGUNG gif

Written by Super User on . Hits: 14143

SIKSA KUBUR

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya segala puji bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan-Nya. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kami dan kejelekan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang diberikan petunjuk oleh Allah, maka tidak ada yang (dapat) menyesatkannya. Dan siapa yang (Allah) sesatkan, maka tidak ada yang (dapat) memberikan petunjuk kepadanya. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan (yang berhak untuk disembah) selain Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad saw adalah hamba dan utusan-Nya.

Seorang muslim haruslah beriman terhadap hal-hal yang ghaib yang telah ditetapkan dalam Syariat Islam yang mulia. Dan tidak ada yang mengetahui perkara ghaib selain Allah SWT. Allah SWT berfirman;

Artinya:

Katakanlah, “Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah.” (QS. An-Naml : 65)

Di antara perkara ghaib yang harus diimani oleh seorang muslim adalah tentang adanya siksa kubur. Keberadaan siksa kubur telah ditetapkan di dalam Al- Qur‟nul Karim. Allah SWT berfirman;

Artinya:

“Kepada mereka dinampakkan Neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat), “Masukkanlah fir'aun dan kaumnya ke dalam siksa yang sangat keras.” (QS. Al-Mu‟min : 46)

Berkata  Al-HafizIbnu  Katsir,  ketika  menafsirkan ayat di atas;

“Ayat ini merupakan pokok yang agung dalam pendalilan Ahlus Sunnah tentang (adanya) siksa barzah di alam kubur, yaitu firman Allah SWT, “Kepada mereka dinampakkan Neraka pada pagi dan petang.” (Tafsirul Qur-anul Azhim)

Adanya siksa kubur ditetapkan pula di dalam As- Sunnah   As-Shahihah.   Sebagaimana   diriwayatkan dari Aisyah  ra,  ketika  ia  bertanya  kepada  Rasulullah  saw tentang siksa kubur. Rasulullah saw bersabda;

“Ya, siksa kubur itu benar (adanya).” Aisyah ra berkata, “Tidaklah aku melihat Rasulullah saw melakukan suatu shalat, keculi setelah(nya) beliau berlidung dari siksa kubur.” (HR. Nasa‟i)

Para jama‟ah rahimani wa rahimakumullah …

 

Siksa kubur akan menimpa ruh dan jasad. Hal ini merupakan pendapat Ahlus Sunnah, sebagaimana yang telah dikemukakan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin.   Salah   satu   penyebab   siksa   kubur adalah tidak membersihkan diri atau tidak bertabir ketika buang air kecil dan suka mengadu domba atau suka menyebar fitnah. Nabi saw pernah melalui dua kuburan, lalu bersabda;

“Sesungguhnya kedua penghuni kubur ini sedang disiksa dan keduanya disiksa bukan karena (dosa yang dianggap) besar. Salah satu dari keduanya suka mengadu domba dan yang lainnya tidak bertabir ketika ia buang air kecil.” (HR. Bukhari)

 

Hendaknya seorang muslim senantiasa berlindung dari siksa kubur, dengan cara berdoa setelah tasyahud akhir sebelum salam. Sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. Diriwayatkan dari Abu Hurairah ia berkata, Rasulullah saw bersabda;

“Apabila seorang di antara kalian bertasyahud, hendaklah ia berlindung kepada Allah dari empat hal (dengan berdoa);

“Ya Allah, aku berlindang kepada-Mu dari siksa Jahannam, dari siksa kubur, dari fitnah hidup dan mati, dan dari keburukan fitnah Dajjal.” (HR. Bukhari)

 

Demikian yang dapat kami sampaikan.

Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarganya, dan para sahabatnya. Dan penutup doa kami, segala puji bagi Allah Rabb semesta alam.