logo mahkamah agung website ramah difable




Seputar Peradilan

Kali Pertama, Badilag Lakukan Percakapan Jarak Jauh Dengan Australia

IMG 2330

Jakarta | badilag.mahkamahagung.go.id

Untuk pertama kali, Ditjen Badan Peradilan Agama melakukan percakapan jarak jauh dengan Australia Indonesia Partnership for Justice (AIPJ) dari Command Center Badilag, Selasa siang, (26/11/2019)

“Selamat siang. Apa kabar?” sapa Dirjen Badilag H. Aco Nur untuk Cate Sumner Peneliti Senior Australia Indonesia Partnership for Justice (AIPJ) dan Leisha Lister International Legal Development Consultant at Law & Development Partners yang lagi berada di Canbera, Australia.. Jawaban dalam bahasa yang sama pun keluar dari mereka. “Siang. Baik pa DJ” jawabnya. DJ adalah singkatan yang biasa mereka ucapkan untuk Direktur Jenderal.

Percakapan dilakukan juga dengan Daniel Nicholas di Family Court of Australia, Sidney. Komunikasi jarak jauh ini sudah lama mereka inginkan. Cate dan Leisha tertarik setelah keduanya mencoba fasilitas Command Center Badilag beberapa bulan lalu. Keduanya melakukan live streaming dan percakapan dengan beberapa pengadilan agama.

Kepadanya, Aco Nur menyampaikan komunikasi beda negara melalui fasilitas Command Center ini merupakan pertama kali dalam sejarah peradilan agama. Menurutnya, inovasi Ditjen Badilag ini sangat besar manfaatnya, disamping menjadi alat komunikasi di internal lingkungan peradilan agama, command center juga ternyata bisa menjadi alat komunikasi antar negara. “Kemudahan ini diharapkan bisa meningkatkan kerjasama antara Ditjen Badilag dan AIPJ” ungkapnya.

Bersama Sekretaris Arief Hidayat dan Direktur Pembianaan Administrasi Peradilan Agama Nurjanah Shaf, Aco Nur menyampaikan terima kasih atas kerjasamanya selama ini dan meminta kepada AIPJ untuk terus memberikan masukan kepada Ditjen Badilag untuk kemajuan pelayanan di peradilan agama. Di layar Command Center, Cate Sumner dan Leisha Lister menyampaikan kesiapannya untuk terus membangun kerjasama dengan Ditjen Badilag. 

Cate Sumner dan Leisha Lister juga memberikan apresiasi kepada Dirjen Badilag yang telah membangun sistem komunikasi melalui Teleconference yang memudahkan dalam melakukan pembinaan kepada seluruh apartur peradilan agama se-Indonesia dengan tidak perlu mengunjungi satu persatu. 

IMG 2365

Percakapan kali ini juga menjadi pembicaraan awal rencana kunjungan Ditjen Badilag ke Family Court of Australia (FCoA) yang difasilitasi oleh AIPJ awal Desember ini. Disana, Ditjen Badilag akan memperdalam pelayanan disabilitas dan persoalan anak dan perempuan yang berhadapan dengan hukum.

Di saat yang sama, percakapan dilakukan juga terhadap H. Wahyu Widiana, Dirjen Badilag periode 2005 – 2012. Menjadi salah satu tokoh modernisasi peradilan agama yang juga aktif di AIPJ, Wahyu Widiana menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Ditjen Badilag terutama dalam modernisasi peradilan agama saat ini. Ia juga menyampaikan dukungannya kepada Ditjen Badilag dalam hal kerjasama dengan beberapa negara termasuk dengan Australia.

Teleconference juga diikuti oleh PTA Jayapura, PTA Pontianak, PA Mimika, dan MS Banda Aceh. Dalam kesempatan tersebut, masing-masing saling menyapa dan memberi apresiasi satu sama lain.

Diakhir, Dirjen Badilag menyampaikan terima kasih atas kesiapan Pengadilan Agama memenuhi standar pelayanan, salah satunya tersedianya command center sebagai media komunikasi yang efektif dan efisisien, bahkan dapat berkomunikasi lintas benua. (ahid-hirpan hilmi)